KOMPAS.com -
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia
2010, sekitar 60 persen UKM dikelola oleh perempuan Indonesia. "Tanpa
disadari ternyata perempuan memiliki peranan penting dalam meningkatkan
perekonomian negara," ungkap Pinky Saptandari, Staf Ahli Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kompas Female, di sela acara Katumbiri Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2011) lalu.
Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
Kesadaran perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang dalam ekonomi dan keluarga membantu peningkatan dan berkembangnya bibit-bibit jiwa wirausaha perempuan. Kondisi krisis ekonomi secara tak langsung juga mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan perempuan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pribadi dan keluarga.
"Namun yang
paling penting adalah, para perempuan ini bisa membantu kemandiriannya
sebagai manusia tanpa harus tergantung pada suaminya dalam batas-batas
tertentu," beber Pinky.
Tak dipungkiri juga, bahwa dengan
berwirausaha para perempuan juga bisa memiliki kemandirian secara
finansial dalam keluarga. "Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan
bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan. Selain itu, power
ini juga akan bisa memperkuat perempuan secara psikologis, dan
menghindari adanya tindakan pelecehan ataupun KDRT dalam rumah tangga.
Dan ini membuat perempuan punya posisi bargaining dalam
keluarga; bukan berarti untuk mengalahkan suami, tapi agar tidak
disepelekan karena kita juga memiliki kontribusi dalam ekonomi," tambah
Pinky.





