Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Detik.com - Berpikir positif tidak hanya berpengaruh pada bagaimana cara orang berpikir, tetapi juga membuat peran besar dalam hidup. Semakin sering anda mampu berpikir positif, maka energi positif akan datang menaungi hidup anda. Banyak hal positif yang didapat bila Anda selalu berpikir positif. Apa saja?

Sikap positif membantu untuk mengatasi urusan kehidupan sehari-hari dengan lebih mudah. Pandangan positif dapat membantu Anda mengatasi situasi stres dengan lebih baik dan dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.Berikut beberapa manfaat yang diperoleh bila Anda selalu berpikiran positif, seperti dilansir Lifemojo.


Melita F. Massie & Amril, M.E

Sejak kecil beliau mempunyai banyak impian dan rencana-rencana dalam hidup. Beberapa diantaranya terdengar mustahil bila diukur dengan kehidupan beliau sebelumnya, yaitu jalan-jalan ke luar negeri bersama keluarga setiap tahun dan meningkatkan kualitas hidup agar menjadi lebih baik lagi. Walaupun tinggal di daerah yang belum terdapat kantor cabang Oriflame, namun beliau berhasil meraih kesuksesan dan menjadi bagian dari jajaran Top Leader Oriflame di Indonesia.

Awal mula mengikuti bisnis Oriflame
Sebelum bergabung dengan Oriflame, Melita pernah 5 kali berganti jenis pekerjaan. Akhirnya karena terlalu lelah dan bosan kerja kantoran, beliau memutuskan untuk mulai mencari alternatif lain yaitu membuka usaha sendiri. Tapi karena tidak punya modal yang besar dan tidak punya pengalaman berbisnis maka beliau tidak yakin bahwa usaha tersebut akan berjalan dengan sukses. Sampai suatu saat di bulan Maret 2001 seorang temannya menawarkan bisnis Oriflame dengan menunjukkan katalog dan mengajarkan sistem Success Plan Oriflame. Mulai menjalankan bisnis Oriflame setelah pulang kerja, Melita ’menyulap’ ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga menjadi kantor dan ruang training. Fokus utamanya adalah mengembangkan jaringan, dan bukan sebagai stokist.

Bekerja penuh di Oriflame
Hasilnya adalah hanya dalam 4 bulan setelah beliau bergabung dan memutuskan untuk fokus 100% di bisnis Oriflame; peringkat Director berhasil dicapainya. Di tahun 2003 impiannya akhirnya mulai tercapai; traveling bersama suami setiap tahun, mengikuti Gold Conference ke New Zealand, Tokyo dan Australia. Bahkan beliau bisa pergi lebih jauh lagi untuk mengikuti Diamond Conference Sout Africa dan berkumpul bersama para Top Leader Oriflame di dunia.

Berbisnis di Oriflame sungguh menyenangkan, kami jadi punya banyak teman dan keluarga besar, serta bekerja dan menikmati kesuksesan bersama-sama untuk saling membantu mewujudkan impian”, ujar mereka. ”Kami juga selalu punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga...Terima kasih Oriflame!” tambah mereka.

sumber www.oriflame.co.id

VIVAnews - Umurnya baru sembilan tahun. Di usia sekecil itu, Cameron Mott harus kehilangan setengah organ otaknya dalam sebuah operasi radikal. Ia harus merelakan otak kanannya karena sindroma Rasmussen yang dideritanya.

Sindroma Rasmussen mulai terlihat sejak Cameron berusia tiga tahun. Penyakit langka ini meluas dan mematikan fungsi otak kanannya. Akibatnya, kejang-kejang dan gejala epilepsi hebat menghiasi hari-hari gadis kecil ini.

"Sangat menakutkan, karena sebagai orangtua Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada anak Anda setelah operasi otak yang dramatis," kata sang ibu, Shelly Mott, seperti dikutip dari laman Mailonline.

Atas persetujuan keluarga, Cameron menjalani bedah kepala untuk pengangkatan otak kanannya. Tindakan berisiko tinggi dengan harapan hidup yang sangat tipis itu harus ditempuh demi menghentikan kejang-kejang dan epilepsi hebat yang selalu menderanya setiap waktu.

Sejak awal dokter telah mengatakan, seandainya Cameron lolos dari maut, kemungkinan besar akan mengalami koma dan lumpuh pada sisi kiri tubuhnya. Sebab, otak kanan adalah organ pengontrol tubuh bagian kiri.

Namun ajaib, ketakutan-ketakutan itu tak terjadi. Usai operasi dan menjalani fisioterapi, Cameron dapat berlari, dan bermain, kendati sedikit pincang dan kehilangan penglihatan tepi. Ia hanya menjalani perawatan di rumah sakit selama empat minggu.

Adakah ia merasakan efek operasi? Cameron menjawab, "Tidak terasa sama sekali." Cameron mengaku tetap mengejar impiannya. "Saya akan menjadi seorang balerina saat besar nanti."

Tulisan ini sengaja saya crop dari vivanews.com, sebagai bentuk motivasi untuk saya sendiri dan mungkin juga untuk anda. Bagaimana anak sekecil cameron yang telah kehilangan otak kanan masih punya mimpi menjadi seorang balerina. Lagi-lagi cerita jangan takut untuk bermimpi,jika dengan bermimpi dapat membuat anda lebih hidup kenapa tidak. caiyoo...

Satu lagi cerita yang layak diangkat untuk pembaca diary ummy, kisah ini true story dari seorang dBCNer yang sekarang telah menjadi seorang director di oriflame. Menarik disimak bagaimana perjuangan mbak Nirma (tokoh utama cerita ini hehehe) dalam perjalanannya menjadi seorang director di oriflame. Semua kata dan kalimat murni seperti tulisan aslinya tanpa ada pengeditan, mengingat ini murni kisah hidup mbak nirma dan tulisan beliau. Simak kisahnya!

Pernah denger pastinya kan ada istilah,"apapun yang dikerjakan, asal ditekuni, insya Allah pasti berhasil."

benarkah? atau hanya beruntung semata aja?

saya percaya sekali, kalau rejeki sudah ada yang mengatur. Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Tapi, gak bisa kali ya....hanya duduk-duduk dibawah pohon, sambil menunggu rejeki itu datang? palingan, kepala kita ketimpa apel busuk iya hehehe.

Rejeki, walau sudah ada porsinya, bagian kita. Tapi, kalo gak kita USAHAKAN untuk ada, juga mustahil ya, rejeki itu bakal kita dapatkan. Seperti misalnya, yang paling sederhana, pengemis dijalan, sudah ada rejekinya untuk dia, yaitu uang recehan seribu rupiah yang ada di dashboard mobil kita. Tapi, kalo dia cuma duduk aja dipojokan tanpa menghampiri mobil kita, dan mengetuk kaca mobil kita, rasanya, mustahil ya kalo kita bakalan turun dan nyamperin itu pengemis yang duduk dipojokan. Saya sih gak bakalan mau deh :p

Quote itu juga yang terngiang-ngiang di telinga saya. Bayangkan, kalau 2 tahun yang lalu, saya gak memutuskan untuk berani nge buzz jengnad di YM nya, untuk langsung mantap bergabung di dBCN, menjalankan bisnis Oriflame. Kira-kira, 2 tahun kemudian, yaitu tahun ini, bulan ini, saya ngapain ya? yaa yang pasti sih, berkutat dengan AIA....mandiin, ngasi makan, masakin, sambil kaki saya berusaha nahan pintu dapur supaya Alif gak ikutan masuk. Belum lagi kejar-kejaran jadwal, sama nganter Adam les drum, dan berusaha agar sakit perutnya sembuh. Plus, sambil ngawasin hotel keluarga di Cirebon. Tapi, itu aja? how about existency? hihihi...iyaa booo, kita kan emak2 narsiisss... walau jarang keluar sarang dan berinteraksi sama orang, tapi pengen tetep ng-eksis toh? :p. Juga pengen bisa punya penghasilan sendiri, walau cuma dirumah aja hehe.

2 tahun yang lalu, saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Saya memang seorang Sarjana Ekonomi, tapi ya dirumah gitu. Gak pernah kerja kantoran, kerja di perusahaan keluarga sih. Ya bisa dibilang IRT lah....Bukan berarti, gak bangga sama titel IRT loh! saya amat bangga! apalagi dengan ketiga krucils saya ini, yang lucu dan imut-imut (kayak emaknya hahaha, silahkan muntah ;p)

di bisnis ini, di Oriflame, pada awal saya terjun, saya sudah memantapkan hati, untuk serius menjalaninya. Untuk bisa sukses!

Minimal seperti teman saya yang sudah duluan menjalankannya, waktu itu, dia udah Director. Saya ikuti step by step di ebook, offline training pun saya jabanin dateng. Pada saat masih mual-mual hamil trimester pertama pun dibela-belain dateng, penasaran sih! kayak apa? siapa aja yang udah sukses? pengen rasain aura semangatnya. Wuiihhh....ternyata , banyak, ibu-ibu "biasa" seperti saya, tapi bisa sukses dan menghasilkan jutaan dari bisnis ini. Makin yakin deh...

Walau, setelah dijalani, ternyata gak segampang keliatannya yah. Tapi, gak bisa dibilang sulit juga loh. Karena, 4 bulan pertama saya jalanin dengan lancar, tiap bulan naik level loh...bulan pertama 3%, bulan berikutnya naik ke 6%, trus naik ke 9%...nice yaaa. Tapi abis itu, stuck di 9% selama 5 bulan! hehehe

Pada bulan berikutnya, waktu itu Desember 2008, saya bertekad untuk bisa manager, dan alhamdulillah, bisa manager dengan poin luber ;-) waktu itu, yang saya kerjakan adalah, saya keluar dari comfort zone saya, saya berusaha 2x lebih keras dan lebih tekun daripada biasanya. Saya mendadak ramah sama semua orang yang saya temui, sambil nyebarin katalog tentunya, gak malu? ah ngapain malu...paling banter juga dijudesin, atau ditolak. Tapi ternyata enggak tuh, kalo kita mendekati dengan full smile, responnya juga baik kok. Sempet gemeteran karena "harus" nelponin para prospek yang dispill u*pline atau yang masuk ke web replika, padahal yaa..kan gak ketemu muka, tapi tetep aja keringet dingin hihihi.

Tapii, kayaknya keenakan ya? atau kurang usaha? hihihi..soalnya, setelah itu, saya stuck lagi di 12%, selama 3 bulan. Phhffffttt. Bulan berikutnya, saya bertekad lagi, haruuuss naik level!

Alhamdulillaahh, naik level ke 15% dengan poin luber-luber sampe ke 5700. Ternyata, kekuatan pikiran itu dahsyat banget ya?? kalo kita udah niat, udah mau, pasti deh...adaaa aja jalannya yang dibukakan, adaaa aja idenya yang muncul untuk bisa kreatif dan tahan banting hehe.

Bulan berikutnya, saya naik lagi ke level 18%, eh..tapi stuck lagi, kali ini cukup 1 bulan saja. Setelah itu, alhamdulillah lagi...di bulan Juni 2009, saya resmi menyandang level baru, Senior Manager. Seneng banget! berarti setelah 13 bulan, saya berhasil jadi SM.

hmm, lagi-lagi, gak semulus yang diperkirakan, karena saya turun level ke 18% sampe 4x. Seharusnya, kalau lancar, saya sudah Director bulan November 2009 kemarin. Tapi, balik lagi ke "rejeki" itu tadi kali ya. Belum waktunya, atau belum rejeki hehe. Kalo kata u*pline saya, mungkin pada saat itu, saya "dinilai" oleh Allah belum perlu banget tuh, 7 juta. Tapi nanti pada saatnya saya menjadi Director, mungkin waktu itu saya lagi butuh banget 7 juta itu. FYI, 7 juta adalah Cash Reward yang diberikan kepada seorang Director baru, DILUAR bonus bulanannya yang bisa antara 4-7 juta, belum lagi bonus LC nya 1 jt.

Tapi itu mungkin hanya "pembenaran" atau "penghiburan" aja. Sebenarnya, saya yang kurang usaha aja kali tuh. Saya kecewa? tentu saja. Tapi gak membuat saya patah semangat. Belakangan, baru saya petik hikmahnya, kalo ternyata, grup saya sedang menguatkan kaki-kakinya, sayapun berusaha memperlebar jarak poin antara personal grup saya dengan leader-leader manager saya. Karena, ngaruh ke bonus juga kan. Kalo kita makin mepet levelnya sama leader firstline kita, yaa bisa-bisa kebalap tuh bonusnya sama donlen hehe.

Ternyataaa, Maret is my time...semua jadi indah pada waktunya ya? per tanggal 25 Maret pagi, poinku sudah lewat 10ribu, which is makes me an SM, for 6 times...and completes my qualification for Director :-)

Photobucket

A L H A M D U L I L L A H

waktu dapet berita ini jam 6 pagi, dari email u*pline tercinta, Widya Puteri ke milis SM, lagi lecek selecek-leceknya. Belum mandi, lagi ngebujuk Adam supaya mau makan (masih sakit perut). Tiba-tiba, baca email di BB, langsung ngembeng deh, terharu, meluk anak-anak. Ini semua buat mereka.

"bang, mummy skrg bukan senior manager lagi loh! mummy skrg Director Oriflame!"
Adam sih gak terkesan ya, namanya juga anak-anak, gak paham maksudnya apa hihihi...dia bilang "kenapa mummy gak seniol menejel lagi?"
trus saya jawab "karena mummy skrg udah naik level, naik kelas, ke Director, nanti mummy dapat uang banyak, 7 juta! abang mau beli apa?"
abang langsung berbinar matanya (duhh emaknya banget sih, matre haha) "duit mummy banyak? abang mau beli laptop baru mi!" hihihi bisa aja, langsung straight to the point gitu bang, laptop beneran apa mainan nih huhuhu :p

terimakasih Ya Allah Ya Rabb, karena izin dan ridho dari MU, hamba bisa menjalankan bisnis ini, yang insya Allah halal dan berkah untuk dijalankan.

terimakasih anak-anakku, Adam, Isya, Alif. Kalian adalah sumber inspirasi dan kekuatanku.

terimakasih suamiku, Ade Iskandar. Tanpa restu dan support dari suami, maka saya tidak akan berada disini sekarang. Makasih ya pi. Love you ;-)

terimakasih orangtua saya, mama dan bapak. Nun jauh di Balikpapan, ketemu pun jarang. Terimakasih untuk dukungan yang diberikan selama ini. Mudah-mudahan langkah ini akan membuat kalian bangga kepada saya.

terimakasih untuk para u*pline-upl* ineku, Nadia Meutia, sang Diamond. Makasih ya jeng, untuk kesaklekannya, membuat diriku terus terpacu, supaya bisa maju, untuk AIA kan?

Widya Puteri, sang Qual Gold Dir. Mak, walau frekuensi ketemu bisa dihitung pake jari, tapi gak menghalangi kita untuk terus berkomunikasi (thanks to technology :p) makasih udah selalu support dan mengingatkan, dan memberikan ide-ide sederhana yang cemerlang. Emang kecil-kecil cabe rawit dah.

terimakasihku untuk seluruh teman-teman di grupku, leader-leader managerku, calon-calon leaderku.

Marthy Fathimah dan grupnya, Nevy Lubis, Ely Eprianti, Diana Purwaningsih, Nur Ila, Erry Septiawan, Citie Azzahra, Farida Puspitasari, Farah Sofianti, Jalmi Bageur, Dwi Indarti.

Erva Mislawati dan grupnya, Stefany, Agus Suntara, Juanita Caroline, Veronica Lucy, Cut Khaliqun, Upiek Farliy, Anita, Junialdi Hendra.

Nelawati dan grupnya, Yeni Mulyani, Siska Widiarti, Nurfadillah

Endah Rahayu dan grupnya, Puji Hartanty, Wina, Rina Wahyu, Irin

Preta Vania, Marisa Meutia, Yulia, Listiarsih Ambarini, Lysti Sujeny, Mutia Erlisak Karamoy, Ariyati, Tri Indah, Any Widiarti, Martha Milana, Eventi Christin, Neneng Yudianto Krisna, Ila Nurhasanah, Hentiandari, Fitra Diana, and the list goes on and on.... semuanya yang gak bisa aku sebutkan satu persatu.

Pencapaian ini gak lepas dari kegigihan dan semangat kalian semua, ini merupakan prestasi semua orang di grupku.

I dedicated this title for you all, We Did It Guys!!

Buat crossline tertjintah, Egi, Ole (kalian yang menginspirasiku ketika saya memutuskan untuk menjalankan bisnis ini), Teh Lya, Denti Mailani, Dea Haryono, mba Rheina, mba Indira, mba Wita, Iney, YangTi, Acit, Ocha, jengShar, ceu Ira, mba Yuli, mba Ade, Yaya Marzuki, Candra Dewi, mba Zulfa, mba Rani, mba Mia, teh Nita, Irma Hayati, Dini Shanti, Deasy Arief, Erika, mba Iin, Muna tanpa mba, cie Yenni Agustin, dst dst...duh saking banyaknya maaf kalo ada yang terlewat. kalian semua dahsyaatt deh! makasih udah jadi krincingan saya yaaa, sebagai inspirator dan motivator saya.

See, di bisnis ini, bukan hanya sekedar materi yang kita dapatkan. Juga teman baru, saudara baru, dan pengagum baru hehehe. Bener loh. Karena Oriflame, saya jadi dikenal banyak orang, bahkan dikagumi dan dijadikan inspirasi. Bukannya sombong atau apa loh...tapi siapa sih, yang gak tersanjung, kalau ternyata kisah sukses saya, atau kisah gagal saya, tulisan-tulisan di blog saya ini, bisa menginspirasi dan memberikan pelajaran dan hikmah bagi banyak temen-temen crossline atau hanya sekedar silent reader yang "nyasar" ke blog ini. Saya dapat banyak sekali ucapan selamat, yang akan saya abadikan dalam satu postingan tersendiri, sebagai kenang-kenangan dan penghargaan saya kepada semua teman-teman saya yang mensupport saya.

Jadi inti dari cerita di atas adalah, setiap usaha yang dilakukan dengan ketekunan, kenyakinan dan kesabaran insyaAllah akan berhasil dengan baik. Dan keberuntungan tidak akan datang dengan sendirinya jika ke 3 hal diatas tidak pernah kita lakukan. nice story! Semoga bermanfaat untuk dBCNer khususnya dan pembaca pada umumnya.

Dare To Dream? Lets Make Your Dream Come True...Follow us To Make ur Dream Come True. Just Clik This!
Cerita berikut merupakan kisah yang saya dapat dari milis dBC yang bercerita bagaimana seorang anak SD mampu berbuat 'sesuatu' yang disaat bersamaan malah terkadang kita sebagai orang dewasa merasa tidak mampu untuk melakukannya. Simak kisahnya, (tanpa ada pengurangan atau penambahan, murni seperti mail aslinya)

Pernah jatuh cinta? Apa yang kamu rasakan saat jatuh cinta?

Sedari bangun tidur selalu terbayang pun hingga malam, masih melekat yang dicinta di pelupuk mata. Enggan rasanya jauh darinya bahkan jatuh ke lain hati. Cinta yang ini butuh waktu dan tenaga kita, masyak iya kita tidak melakukan apa-apa tapi pengennya dapet banyak. Cinta yang sesungguhnya adalah tanpa pamrih. Berlakukah ini dalam bisnis online kita tercinta? A big no no no, kita memang perlu mencintai bisnis ini dan kita mengharapkan keberhasilan yang sesuai dengan usaha kita. Ya tho?

(Jatuh cinta pada Oriflame kira-kira menurutku begini: sedari bangun tidur mikir mau nawarin siapa, mau prospekin siapa, bikin promo online, ngapain lagi setelah ini, bergaul di fesbuk ah, YM-an dsb, dst, sampe mau tidur kebayang pengen bisa GOAL naik level, ngelonin AR, berapa BP lagi…dll.) Hehe.

Awal mulanya, aku hanya tertarik ingin belanja dengan harga member. Katalog itu ada di tasku di antara buku yang lain yang selalu kubawa untuk kubolak-balik saat mengisi waktu saat dimana saja. Aku pilih-pilih yang kubutuhkan dan belanja sesuai dengan anggaran.

Trus aku jatuh cinta pada Oriflame. Contoh sederhana, aku pake pelembab dll (tadinya ga suka pake apa-apa sama sekalih!) dan suka wangi sensasional body cream dan parfumnya, suamiku suka parfum yang beraroma mewah---dengan harga murah—piss, anak-anak suka sabunnya dan lain-lain. Produk-produk Oriflame memang bermutu… keluargaku kini telah mengenalnya dengan baik.

Photobucket

Aku pengen share satu kisah nyata.

Anakku Zidan-lah yang ‘membuka jalan’ bagiku. Waktu itu bulan ketiga aku join, tapi belum 'bergerak'-- -hehe, dia asyik mengamati aku membuka-buka katalog, nanya-nanya, katalog itu sebenernya untuk apa. Aku jelaskan dengan singkat, trus secepat kilat dengan riang dan senang hati berlari ke tetangga depan rumah dan guess what, dia dapet orderan pertamaku.

Pertanyaanku: semudah itukah menjual produknya?

Aku yang dewasa serasa kecolek langsung di hati. Anakku aja bisa njual produk Oriflame.Subhanalla h...

Alhamdulillah, memang setelah kuamati produk Oriflame yang lengkap dan harganya yang variatif membuatku mudah menawarkannya. Eh, ada teman yang nanya, pinjam katalog dan memesan. Aku mulai berani untuk menawarkan ke tetangga juga. Sambutan mereka menyenangkan.

Dan waktu itu tanpa down line, aku berhasil 3%. Segitu doang tapi…senangnya itu lho. Usaha serius tapi santai, membuahkan BC dari bulan ke bulan. Lumayan…

Tidak hanya itu, bulan ini anakku Zidan diam-diam berhasil mendapatkan order Rp. 150rb. Alhamdulillah, keren gak tuh? Sampe-sampe Zidan nanya-nanya, berapa untungnya, berapa poin dia dapat dan berapa bonusnya….ujung-ujungnya dia tanya, boleh gak anak-anak kelas dua SD jadi member. Kenapa? Aku tanya dia. Katanya, biar semua untungnya untuk dia aja. Haha… (komisi dari Mama kurang ya?) Memang lucu sekali anakku. Eh, dia masih enggan bercerita, bagaimana cara dia menawarkan katalog pada guru-gurunya di sekolah.

Memang bisnis ini tidak menekankan penjualan karena kita bukan salesman. Tapi terus terang aku mendapat hikmah dari semangat anakku.

Aku mulai sering baca tentang kisah-kisah di blog-blog dbc-ners yang telah berhasil. Begitulah cinta, memang harus meluangkan waktu selalu memupuk cinta agar selalu bersemangat.

Aku masih terus belajar, terutama dalam menjaring dan membina partner. Bertekad dan berusaha---untuk bisa. Alhamdulilah, dapet beberapa partner. Selalu berusaha berpikir, berbicara dan menulis tentang hal-hal yang positif saja dan meyakini bahwa jika yang kita lakukan adalah baik dan bertujuan baik, insya Allah Allah akan meridhoi. Amin.

Selalu kuingat, “Allah adalah sebagaimana prasangka hambaNya.”

Alhamdulillah setelah berbulan-bulan, aku bisa juga naik 6 % bulan ini--- baru segitu udah seneng? Lha iya-lah, step by step. Aku menantikan saat-saat kesuksesan dan mimpiku menjadi nyata suatu hari nanti Insya Allah. Amin.

Psst, bulan ini sangat terbantu dengan banyaknya produk parfum favorit teman-temanku yang diskon ....

Ada LHO beberapa dari partnerku…masih tidur pulas sejak mendaftar, hiks…

Hmm, teman, aku hanya tau semua hal adalah mungkin jika saja kita percaya. Kita hanya perlu menaruh hati pada apa yang kita yakini jika menginginkan keberhasilan. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik dari tulisan ini. Makasih dah nyempetin baca...

Yes you can ! TETAP Semangath!

dari : Eka Natassa Sumantri

Ibu rumah tangga dengan dua anak dan belum pernah bekerja di luar rumah sama sekali. Merasa sangat nyaman dengan bisnis ini…

Blog-a M' eka

Bisnisekans. blogspot. com

Ikkens.multiply. com

Thanks ya mbak atas email dan supportnya!
Photobucket

Oriflame Make Ur Life Better


KONTAK UMMY

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

PENGUNJUNG

Friend

Photobucket

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

searching

Google
Google Web

Popular Posts

UMMY BIZZ

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Photobucket

Guest Box

FACEBOOK FANS BOX

Text Widget